Kamis, 09 November 2017

Hinanya sifat hasud / iri

SIAPAKAH YANG LEBIH BURUK DARI IBLIS

Pada suatu hari, iblis mendatangi  fir'aun, yang tengah duduk-duduk bersama. Tiba-tiba Fir'aun bertanya kepada iblis.

Fir'aun: "Hai iblis!!! Adakah makhluk yang lebih buruk dari kita?"

Iblis: "Ada."

firaun: "Benarkah...? siapa itu??"
Iblis pun menceritakan kisahnya.

Iblis: "Aku punya teman dari bani adam. Dia akan melakukan semua yang aku perintah. Aku suruh mabuk, dia mabuk. Aku suruh dia zina, dia ikut. Aku suruh menyembah selain Allah, diapun patuh. Segala yang aku perintah pasti dia lakukan. Sampai seatu ketika, karena kepatuhannya, aku bertanya kepadanya..."

Iblis: "Wahai    temanku! Katakan apa yang kau inginkan, pasti akan kuberi."

Fulan: "Benarkah! Apa kau serius? Apapun yang kuminta?

Iblis: "Iya, apapun itu. " ( Jawab iblis singkat)

Fulan: "Baiklah! aku hanya meminta satu hal. Aku mempunyai tetangga yang mempunyai seekor sapi yang besar dan bagus. Dia sangat sombong, menunjukkan sapinya kepada semua orang."

Iblis: "Lalu, apa maumu?"

Fulan: "Aku ingin sapi itu mati."
( Iblis pun terkejut dengan perkataan orang itu. Hingga memberi penawaran lain)

Iblis: "Daripada membunuh sapi itu, bagaimana jika aku berikan kau 70 ekor sapi yang lebih bagus??"

Fulan: "Walaupun kau beri aku sapi 700 ekor, aku tetap memilih sapi itu mati."
(Iblispun mengakhiri ceritanya)

___

Begitulah, kalau hati sudah dipenuhi dengan sifat hasud/iri. Dia tidak bakal rela orang lain mendapatkan suatu kenikmatan. Ternyata masih ada orang yang lebih buruk dari pada firaun dan iblis. Maka dari itu jangan sampai di hati kita ada setitik dari sifat hasud/iri.

📚Sumber: Ceramah Habib Umar bin Hafidz

mdhn ada manfaat dan barokahnya

Do'a ketika mau melahirkan

Terkadang Suami Bingung Mati Kutu Cemas Bercampur Haru Tidak Tau Apa Yang harus Dilakukan Ketika Melihat Sang Istri Dalam Keadaan Merintih Kesakitan Pada Waktu Hendak Melahirkan Anaknya,Sejatinyalah Di Saat Yang Seperti Itu Kita Banyak Berdoa Kepada Allah Swt,Agar Di Mudahkan Proses Persalinannya,Ini Bimbingan Ulama Yang Harus Di Baca Didekat Istri Yang Mau Melahirkan.

قال العلامة الزيادى:يستحب ان يقرأ عند الولادة وهي الطلق:
١-اية الكرسي
٢-ان ربكم الله الذى.........الاعراف٥٤
٣-والاخلاص
٤-والمعوذتين
٥-الفاتحة
٦-دعا الكرب وهي
لااله الا الله العظيم الحليم
لااله الا الله رب العرش العظيم
لااله الا الله رب السموات السبع والارضين ورب العرش العظيم
فان ذلك يسهل ولادتها ان شاء الله تعالى.تنقل من الكتاب الفوائد المختارة صفحة ٢٤١.
Oleh: Ust. Karim Ulya

Hak isteri terhadap suaminya

Di dalam kitab irsyadul ibad tentang hak seorang istri terhadap suaminya ....
diriwayatkan bahwa, ada seseorang bermaksud menghadap Umar Bin Khattab hendak mengadukan perihal perangai buruk istrinya. Sampai ke rumah yang dituju orang itu menanti Umar Ra di depan pintu. Saat itu ia mendengar istri Umar mengomeli dirinya, sementara Umar sendiri hanya berdiam diri saja tanpa bereaksi. 

Orang itu bermaksud balik kembali sambil melangkahkan kaki seraya bergumam:

”KALAU KEADAAN AMIRUL MUKMININ SAJA BEGITU, BAGAIMANA HALNYA DENGAN DIRIKU. ”

Bersamaan itu Umar keluar, ketika melihat orang itu hendak kembali. Umar memanggilnya, katanya :

”ADA KEPERLUAN PENTING ?”. Ia menjawab : ” AMIRUL MUKMININ, KEDATANGANKU INI SEBENARNYA HENDAK MENGADUKAN PERIHAL ISTRIKU LANTARAN SUKA MEMARAHIKU. TETAPI BEGITU AKU MENDENGAR ISTRIMU SENDIRI BERBUAT SERUPA, MAKA AKU BERMAKSUD KEMBALI. DALAM HATI AKU BERKATA:KALAU KEDAAN AMIRUL MUKMININ SAJA DIPERLAKUKAN ISTRINYA SEPERTI ITU, BAGAIMANA HALNYA DENGAN DIRIKU. ”

Umar berkata kepadanya:

”SAUDARA, SESUNGGUHNYA AKU RELA MENANGGUNG PERLAKUAN SEPERTI ITU DARI ISTRIKU KARENA ADANYA BEBERAPA HAK YANG ADA PADANYA. ISTRIKU BERTINDAK SEBAGAI JURU MASAK MAKANANKU. IA SELALU MEMBUATKAN ROTI UNTUKKU. IA SELALU MENCUCIKAN PAKAIAN-PAKAIANKU. IA MENYUSUI ANAK-ANAKKU, PADAHAL SEMUA ITU BUKAN KEWAJIBANNYA. AKU CUKUP TENTRAM TIDAK MELAKUKAN PERKARA HARAM LANTARAN PELAYANAN ISTRIKU. KARENA ITU AKU MENERIMANYA SEKALIPUN DIMARAHI. ”

Kata orang itu :

”AMIRUL MUKMININ, DEMIKIAN PULAKAH TERHADAP ISTRIKU?”. Jawab Umar : ”YA, TERIMALAH MARAHNYA. KARENA YANG DILAKUKAN ISTRIMU TIDAK AKAN LAMA, HANYA SEBENTAR SAJA. ”
Sumber: Irsyadul 'Ibad
Oleh: Ust. Muhammad Hudan